SINGKAWANG, - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang sukses menggelar Pelatihan Bakery bagi para pengusaha Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Singkawang. Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 19 hingga 20 Agustus 2026.

Acara resmi dibuka oleh Wali Kota Singkawang yang diwakili oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Antin Suprihatin, S.Sos., M.Si. Pada acara Pembukaan juga disampaikan laporan panitia oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang Mokhlis, S.STP., M.Si.

Dalam pembacaan sambutan Wali Kota Singkawang, Staf Ahli Wali Kota Antin Suprihatin menegaskan pentingnya mengubah cara pandang terhadap para pelaku usaha di Kota Singkawang.
"Para peserta yang hadir di sini bukan sekadar 'pelaku', melainkan pengusaha dan CEO bagi usahanya masing-masing. Mereka adalah pemilik (owner) atas produk kreatif yang mereka hasilkan sendiri," tegas Antin.
Ia menambahkan bahwa sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf), khususnya subsektor kuliner, merupakan salah satu kekuatan penting dan tonggak pembangunan ekonomi di Kota Singkawang. Kuliner Singkawang memiliki daya tarik yang sangat besar bagi para wisatawan dan masyarakat dari luar daerah, terutama saat akhir pekan (weekend) maupun hari libur.
"Pelatihan ini menjadi bentuk pembinaan nyata dari Pemerintah Kota Singkawang untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta keterampilan para pengusaha Ekraf agar mampu berdaya saing dan naik kelas," lanjutnya.
Antin juga mendorong para pengusaha bakery untuk tidak takut berinovasi (trial and error) dan memanfaatkan potensi kekayaan bahan baku lokal khas Singkawang seperti umbi-umbian, tahu, hingga olahan rebon/terasi (belacan)—sebagai isian (filling) maupun variasi olahan bakery dan pastry yang unik serta memiliki nilai cerita (storytelling). Selain itu, para pengusaha diimbau untuk terus menjaga kebersihan produksi, memperkuat branding dan kemasan, serta memanfaatkan teknologi digital seperti marketplace, media sosial, Artificial Intelligence (AI), serta transaksi nontunai via QRIS.
"Jika usaha kita berkembang dan mampu merekrut 1 hingga 3 orang tenaga kerja lokal, artinya kita telah berkontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran di Kota Singkawang. Mari manfaatkan wadah pembinaan dari Disparpora maupun ini dengan sebaik-baiknya," tutupnya.

Kunjungan Wali Kota Singkawang di Hari Kedua
Pada hari kedua pelatihan (20 Agustus 2026), Wali Kota Singkawang melakukan kunjungan langsung ke ruang praktik pelatihan bakery yang berlokasi di SMK Negeri 3 Singkawang. Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota melihat secara langsung proses pembuatan olahan bakery hasil bimbingan narasumber/instruktur profesional yang didatangkan khusus dari Yogyakarta.
Wali Kota menyampaikan apresiasinya atas kualitas produk yang dihasilkan oleh para peserta selama pelatihan berlangsung:


"Sesuai janji saya, hari ini saya mengunjungi kegiatan pelatihan ekonomi kreatif di bawah Disparpora yang dilaksanakan di Ruang Praktek Tata Boga SMKN 3 Singkawang. Kita mendatangkan narasumber dari Yogyakarta khusus untuk membuat olahan bakery. Hasilnya sungguh luar biasa bagus, pengemasan (packaging)-nya sudah sangat menarik, dan rasanya juga enak. Terima kasih kepada Disparpora, para narasumber, serta seluruh pengusaha UMKM dan ibu-ibu peserta yang telah bersemangat mengikuti pelatihan ini."
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, Disparpora Kota Singkawang berharap dapat melahirkan pengusaha-pengusaha bakery baru yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi, sehingga subsektor kuliner dapat terus menjadi penopang utama ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Singkawang.
Subscribe Our Listing!
Subscribe our listing for latest updates